Tahun Baru Titik Awal Instropeksi
Tuesday, January 1st, 2008Tahun Baru Titik Awal Instropeksi
Pojok DFM, Selasa, 1 Januari 2008
Tiga ratus enampuluh lima hari sudah di tahun 2007 terlewati. Banyak harapan terlampaui. Berbagai prestasi tergapai, berbagai kegagalan pun teraih. Banyak persoalan pembangunan berjalan lurus menuju sasaran, tapi tak sedikit pula yang terbengkalai karena berbagai alasan.
Sangat menarik mencermati perjalan selama satu tahun, meski sejatinya tak bisa menghitung waktu satu tahun dengan segudang harapan. Karena pada hematnya, perjalanan satu tahun merupakan sambungan atau kelanjutan dari tahun sebelumnya dan demikian seterusnya. Satu tahun bukanlah waktu ideal untuk menilik atau menilai. Tapi setidaknya dalam waktu satu itu ada banyak hal yang bisa dilihat. Itu realitanya. Jangankan satu tahun, seratus hari pun di jaman sekarang ini harus dapat menumbuhkan nilai positif. Setidaknya ada harapan yang bisa digambarkan secara nyata. Terlebih dukungan fasilitas, sarana dan prasarana, seperti yang dituntutnya sebelum menjalankan dan mempropagandakan berbagai program kerjanya, selalu dituntut diawal. Lantas apa jadinya, jika hanya kuat menuntut fasilitas tapi hasil yang dijanjikannya nol.
Memang untuk meraih suatu hasil positif perlu banyak dukungan dan kerja sama. Tapi bagimana kerja sama itu bisa dibangun kalau tidak memberi ruang dan kesempatan, apalagi berbagi kepercayaan dengan yang lain. Padahal, yang lainnya pun merupakan komponen tak terpisahkan dari sebuah kesatuan. Bukankah satu komponen yang lain itu juga merupakan bagian dari jalan menuju sukses dari sebuah keasatuan.
Alam semesta pun menjadi bagian yang tak terpisahkan. Tak ada dukungan dari alam semesta, sehebat karya dan ide cerdas siapapun tak akan mampu terwujudkan dengan sempurna. bahkan, sebaliknya kegagalanlah yang bakal dinikmatinya. Bagaimana pun alam adalah sahabat dari kehidupan manusia yang harus mendapat tempat terhormat. Alam mestinya diperlakukan dengan kasih dan cinta. Bukan dengan rakus dan penistasaan, apalagi menyombongkan diri di depan alam. Alam bisa murka. Semesta pun durja.
Tentu menjadi sangat bijak untuk menentukan meneruskan langkah akal, pikir, dan nafsu pada tiga ratus enam puluh lima hari seanjutnya, mesti dengan kearifan dan keikhlasan. Arif menghargai, menghormati dan rela merangkul sesama dengan penuh rasa kasih. Pun demikian, arif pula kepada alam semesta. Arif mencintai alam dan bijak memperlakukannya.
Dengan menebar kasih dan cinta serta memperlakukan sesama adil dan bijaksana, tentu banyak harapan ada di tahun ini. Sangat indah jika saling menjaga terang sinar-Nya. Sangat cantik bila dengan kebersamaan menikmati cahaya-Nya. Semoga saja 2008 menjadi tahun harapan, waktu kebersamaan yang sangat indah, dan penuh kedamaian.
Selamat datang 2008.